Mengulas Seputar Manfaat dan Kegunaan Bahan Kimia yang Dijual Toko Kimia

30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol

30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol

Glycerin atau gliserin juga dikenal sebagai gliserol adalah cairan bening dan sedikit kental yang biasanya terbuat dari kedelai, kelapa atau minyak kelapa sawit.

Hal ini tidak berbau dan memiliki ringan, rasa manis dengan konsistensi seperti sirup. gliserin sangat populer di industri kosmetik tetapi memiliki beberapa kegunaan lain juga.

Artikel kali ini membahas ” 30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol

Sebelum membahas fungsi Gliserin, mari kita mengenal sifat dari bahan kimia Gliserin terlebih dahulu.

Sifat Gliserin atau Gliserol

Gliserin atau Gliserol
Gliserin atau Gliserol

Infomasi Teknik Glisein atau Gliserol

Molecular Weight: 92.09 g/mol
XLog P3: -1.8
Hydrogen Bond Donor Count: 3
Hydrogen Bond Acceptor Count: 3
Rotatable Bond Count: 2
Exact Mas: 92.047344 g/mol
Monoisotopic Mass: 92.047344 g/mol
Topological Polar Surface Area: 60.7 A^2
Heavy Atom Count:6
Formal Charge: 0
Complexity Jual: 25.2
Isotope Atom Count: 0
Defined Atom Stereocenter Count: 0
Undefined Atom Stereocenter Count: 0
Defined Bond Stereocenter Count: 0
Undefined Bond Stereocenter Count: 0

Gliserin memiliki beberapa sifat, yaitu:

Cairan bening : Gliserin adalah cairan bening, tidak berwarna, dan tidak berbau.
Kental : Gliserin memiliki tekstur kental.
Berasa manis : Gliserin memiliki rasa manis.
Higroskopis : Gliserin bersifat higroskopis.
Beracun : Gliserin beracun.
Titik didih : Gliserin memiliki titik didih 290°C.
Ramah lingkungan : Gliserin dapat terurai secara hayati.
Pelembab : Gliserin memiliki sifat pelembab, sehingga dapat menarik dan mempertahankan kelembapan.
Mudah Larut dalam air, alkohol, dan eter: Gliserin larut dalam air, alkohol, dan eter, namun tidak larut dalam minyak.

 Gliserin pelembab yang terbaik, yaitu :

Gliserin temasuk bahan kimia Higroskopis adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya. Zat yang memiliki kemampuan ini disebut higroskopis.

Baca juga : Meningkatkan Daya Bersih Sabun Cuci Piring Terhadap Minyak   

Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol

1. Industri Farmasi

Bahan dalam pembuatan obat-obatan dan sirup.
Penggunaan dalam produksi kapsul obat.

2. Industri Kosmetik

Komponen utama dalam banyak produk perawatan kulit.
Bahan dalam pembuatan sabun dan sampo.

3. Industri Makanan dan Minuman

Penggunaan sebagai pelarut dan pengawet.
Bahan dalam pembuatan beberapa jenis minuman dan makanan ringan.

4. Industri Tekstil

Penggunaan dalam proses pewarnaan tekstil.
Mengatasi kekeringan serat tekstil.

5. Industri Kertas

Digunakan sebagai pelembab dan pelunak kertas.

6. Industri Plastik

Dapat digunakan sebagai bahan pengatur kelembaban dalam produksi plastik.

7. Industri Cat

Bahan dalam pembuatan cat untuk meningkatkan kelembutan dan daya rekat.

8. Industri Perawatan Hewan

Digunakan dalam produk perawatan hewan sebagai pelembab.

9. Industri Elektronik

Dapat digunakan dalam proses pembuatan beberapa komponen elektronik.

10. Industri Farmasi Veteriner

Digunakan dalam produksi obat-obatan hewan.

11. Industri Permen dan Kek

Penggunaan sebagai bahan pengatur kelembaban dan tekstur.

12. Industri Farmasi Herbal

Bahan dalam formulasi suplemen herbal.

13. Industri Pupuk

Digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan pupuk cair.

14. Industri Pembersih

Komponen dalam pembuatan pembersih berbasis air.

15. Industri Catuk

Digunakan dalam pembuatan catuk untuk meningkatkan konsistensi.

16. Industri Perawatan Kayu

Penggunaan dalam bahan perawatan kayu.

17. Industri Bahan Peledak

Dapat digunakan dalam pembuatan nitrogliserin.

18. Industri Perunggu dan Logam

Bahan dalam proses pembuatan logam dan perunggu.

19. Industri Semen

Digunakan sebagai bahan aditif dalam produksi semen.

20. Industri Karet

Bahan dalam pembuatan beberapa produk karet.

21. Industri Pelumas

Digunakan dalam pembuatan pelumas.

22. Industri Kaca

Bahan dalam proses pembuatan kaca.

23. Industri Bahan Bakar

Dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel.

24. Industri Peralatan Laboratorium

Penggunaan dalam pembuatan beberapa jenis alat laboratorium.

25. Industri Fotografi

Dapat digunakan dalam beberapa proses fotografi.

26. Industri Pengolahan Limbah

Digunakan dalam beberapa metode pengolahan limbah.

27. Industri Cat Logam

Bahan dalam pembuatan cat untuk logam.

28. Industri Pengolahan Air

Digunakan dalam beberapa metode pengolahan air.

29. Industri Perawatan Taman

Bahan dalam pembuatan beberapa produk perawatan tanaman.

30. Industri Manufaktur Sabun

Digunakan sebagai bahan dasar pembuatan sabun.

Manfaat Gliserin atau Gliserol untuk produk Skin Care

1. Menjaga kelembaban kulit.
2. Mengurangi kulit kering dan bersisik.
3. Memperbaiki tekstur kulit.
4. Membantu meredakan iritasi kulit.
5. Menyamarkan garis halus dan kerutan.
6. Menyediakan perlindungan terhadap radikal bebas.
7. Menyembuhkan luka ringan.
8. Membantu mengurangi jerawat.
9. Meredakan kulit yang terbakar matahari.
10. Mengatasi bibir kering dan pecah-pecah.
11. Menjadi bahan pelembab rambut.
12. Membantu memudarkan bintik-bintik hitam.
13. Memperbaiki elastisitas kulit.
14. Menyamarkan bekas luka.
15. Mengurangi peradangan kulit.
16. Membantu mengatasi eksim.
17. Menjaga kekenyalan kulit.
18. Menyediakan kelembaban pada kuku.
19. Meredakan kulit gatal.
20. Membantu mengurangi stretch mark.
21. Menyediakan perlindungan kulit dari cuaca ekstrem.
22. Mengatasi kulit kusam.
23. Membantu menyembuhkan kulit pecah-pecah.
24. Menyamarkan garis-garis halus pada bibir.
25. Mengatasi kulit yang kasar dan keras.
26. Menyediakan perlindungan dari polusi.
27. Mempercepat penyembuhan luka.
28. Meredakan kulit sensitif.
29. Mengurangi peradangan pada kulit teriritasi.
30. Menjadi bahan pelembab alami untuk berbagai produk kecantikan.

Kesempulan

30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol
30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol

Gliserin atau gliserol, cairan bening dan kental yang biasanya berasal dari kedelai, kelapa, atau minyak kelapa sawit, memiliki sejumlah sifat dan karakteristik yang membuatnya sangat beragam dalam penggunaannya. Artikel ini telah menyajikan informasi teknis mengenai sifat kimia gliserin, seperti berat molekul, titik didih, dan lainnya.

Dengan sifat-sifatnya yang meliputi kejernihan, kekentalan, rasa manis, higroskopisitas, dan kemampuan larut dalam air, alkohol, dan eter, gliserin menjadi bahan yang sangat populer, terutama dalam industri kosmetik. Namun, fungsi Gliserin tidak terbatas hanya pada industri kecantikan, melainkan juga melibatkan berbagai sektor lainnya, termasuk farmasi, makanan, tekstil, elektronik, dan banyak lagi.

Dengan sifat pelembabnya, gliserin memberikan manfaat besar dalam produk perawatan kulit dan rambut, menjaga kelembaban, mengurangi kulit kering, meredakan iritasi, dan banyak lagi. Selain itu, gliserin juga menjadi bahan vital dalam berbagai industri, termasuk farmasi, makanan, dan manufaktur lainnya.

Dengan demikian, artikel ini telah memberikan gambaran yang komprehensif mengenai sifat, kegunaan, dan manfaat gliserin atau gliserol dalam berbagai industri, dengan fokus pada peran utamanya sebagai bahan pelembab dan pengatur kelembaban yang efektif.

Sampai disini dulu artikel seputar 30 Kegunaan dan Fungsi Gliserin atau Gliserol. Jika anda memiliki pengalaman menarik saat menggunakan alat ini, boleh bagikan pengalamannya di kolom komentar ya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Scroll to Top